Wanita ini lahir pada 780 H. Uns binti Abdul Karim. Di wajahnya hanya tampak keluguan. Polos. Tidak terlihat bahwa dia merupakan istri dari seorang lelaki yang tak pernah akan dilupakan sejarah.
Syaban 789 H merupakan awal bagi Uns untuk memasuki lingkungan baru. Lingkungan yang menantang baginya. Tepat pada usia 19 tahun itu, Uns menikah dengan Ibnu Hajar al-Asqalani, ulama penulis kitab Fath al-Barii. Seorang ulama yang terkenal di zamannya, seorang ahli hadits termasyhur.
Uns mengetahui bahwa suaminya menjadi tempat rujukan bidang hadits bagi banyak orang. Uns yang polos dan sarat keluguan tengah memasuki lingkungan yang memperkaya. Wanita itu ingin memasuki lingkungan itu lebih dalam. Uns tidak ingin 'sekadar' menjadi seorang istri. Ia meminta suaminya untuk mengajari ilmu hadits.
Dengan penuh kesabaran dan cinta, kedua insan itu memadu kasih dalam lautan ilmu hadits. Sampai akhirnya, Uns mengalami lompatan spektakuler. Ia mulai dikenal sebagai pakar hadits wanita yang jarang dijumpai ketika itu. Orang mulai berduyun-duyun mendatanginya untuk belajar hadits. Bahkan, pernah pada suatu ketika Imam Sakhawi, murid Ibnu Hajar meminta belajar hadits dari Uns.
"Bolehkah saya belajar hadits pada beliau?" Mata Imam Sakhawi memandang Ibnu Hajar. Sunyi merambati ruangan. Sesaat kemudian hanya ada anggukan pada diam. Ibnu Hajar mempersilakan Imam Sakhawi belajar pada Uns, istrinya. Dalam beberapa hari Ibnu Hajar dengan sabar duduk di samping istrinya yang sedang mengajar Imam Sakhawi.
0 komentar:
Posting Komentar